Postingan

Tujuh Hal

30 July 2021 Bagian pertama dari cerita Anila Samudra. Aku lihat dunia ini bukan sekedar bumi. Ada lagi. Ada lebih luas dan ramai dari ini. Pandanganku sangat jelas tentang persoalan begini. Dunia tak sendiri. Karena aku lihat dengan jeli. Kalo kalian ga percaya, gapapa. Aku gak maksa, karena emang hal begini susah dipercaya. Semua orang anggap aku gila, walau sebenernya emang iya. Tapi, itu cukup melukai hati kecil seorang Anila Samudra. Tapi, ini aneh tau! Aku ga pernah merasakan ini dulu. Waktu itu, aku bersama Nanda sedang membeli buku. Lalu aku pergi ke lorong ujung dari rak aku dan Nanda bertemu. Sayu-sayu, aku lihat lelaki muda membaca buku. Gelagatnya seperti manusia pada umumnya, siapa kira dia bukan manusia? Itu kala kami pertama bertemu. “Hamid.” Suaranya berat, kayak anak remaja baru dewasa. Jelas sekali suaranya. Hamid ini pria muda, aku tebak seumuran dengan Nanda atau seumuran denganku ya? Aku gak tau dan gak mau tau. Jelas dong, aku takut ga karuan. Walau sebelumnya uda...